Berita
Merajut Kebhinekaan dalam Peresmian Gedung Pastoran dan Pastoral Paroki St. Yusup Baturetno
Peresmian Gedung Pastoran dan Pastoral Paroki St. Yusup Baturetno menjadi bukti nyata indahnya kebersamaan dalam keberagaman di Kecamatan Baturetno khususnya dan Kabupaten Wonogiri pada umumnya. Acara berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, dihadiri oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Bupati Wonogiri, perwakilan Forkompincam Baturetno, dan para tokoh lintas agama Kecamatan Baturetno, serta perwakilan Bimas Agama Katolik Provinsi Jawa Tengah. Acara ini berlangsung hangat dan sarat akan pesan persaudaraan.
Perbedaan yang Memperkuat dan Memperindah
Rangkaian sambutan diawali oleh Ustad Dedy selaku perwakilan tokoh lintas agama. Dalam pesannya, beliau menekankan makna mendalam di balik proses pembangunan. Beliau menyampaikan bahwa perbedaan yang disatukan akan melahirkan keindahan dan kekuatan, layaknya sebuah bangunan yang berdiri kokoh karena berbagai material yang berbeda saling melengkapi. Gedung baru ini menjadi simbol konkret bahwa perbedaan dapat dipadukan untuk menghasilkan sesuatu yang indah dan bermanfaat bagi banyak orang. Beliau juga menekankan pentingnya gotong royong dan mempersatukan perbedaan, sehingga berbeda-beda, sama-sama saling memperkuat, seperti elemen-elemen bangunan yang berbeda tapi membentuk satu kesatuan. Selain itu, juga berpesan supaya perbedaan suku, agama, dan status sosial menjadi kekuatan, bukan penghalang. Dan mengajak semua warga untuk menjaga toleransi dan harmoni sosial di wilayah Baturetno, Wonogiri, dan Indonesia secara luas.
Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Paroki St. Yusup Baturetno, Rm. Didik Cahyono, SJ. Mengawali sambutannya, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga sekitar selama proses konstruksi berlangsung, sekaligus mengucapkan terima kasih mendalam atas dukungan dan kerja sama warga sehingga pembangunan dapat selesai tepat waktu.
Rama Didik menegaskan harapannya agar gedung pastoral ini tidak hanya menjadi milik umat Katolik semata, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berbagai acara kebersamaan. Selain itu, beliau memperkenalkan anggota komunitas yang tinggal di pastoran serta memberikan gambaran singkat mengenai hierarki Gereja Katolik di Keuskupan Agung Semarang.
Cermin Moderasi Beragama di Wonogiri
Bupati Wonogiri dalam sambutannya menegaskan bahwa keharmonisan yang tercipta di Baturetno merupakan cerminan dari kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonogiri secara menyeluruh. Moderasi beragama di wilayah ini telah terwujud nyata melalui sikap saling menghargai dan toleransi tinggi yang terus dipelihara oleh masyarakatnya dan menjadi pilar persatuan bangsa. Bapak Bupati juga berpesan agar gedung ini menjadi motivasi dalam pembinaan iman dan pelayanan umat Katolik, khususnya Paroki St. Yusup Baturetno.
Acara puncaknya ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Bupati Kabupaten Wonogiri, Bapak Setyo Sukarno, sebagai simbol resminya penggunaan Gedung Pastoran dan Pastoral Paroki St. Yusup Baturetno, yang kemudian ditutup dengan ramah tamah antarwarga dan para tamu undangan. Kehadiran gedung pastoran dan pastoral ini diharapkan terus menjadi tempat persemaian rasa persaudaraan dan toleransi di Baturetno khususnya dan di Wonogiri pada umumnya.
Tautan foto dokumentasi: Peresmian Gedung Pastoran dan Pastoral Paroki St. Yusup Baturetno
Tautan video dokumentasi: Syukuran peresmian gedung Pastoran dan Pastoral Paroki St. Yusup Baturetno