Berita
Menabur Benih Panggilan di Era Digital: 50 Religius "Live In" di Paroki Baturetno, Ajak Kaum Muda Berani Menjawab Panggilan
Di tengah riuhnya arus informasi digital, Paroki St. Yusup Baturetno memilih cara yang hangat dan personal untuk memperkenalkan kehidupan membiara. Selama tiga hari (15-17 Mei 2026), sebanyak 50 biarawan dan biarawati melakukan aksi "gerilya" kasih melalui kegiatan Live In Panggilan.
Mengusung tema "Joyful because He calls me", para utusan dari 18 tarekat (SJ, FIC, BHK, OCD, SCJ, OSU, FSGM, CB, FCH, PPYK, MASF, FSE, SFD, OSF, FCJ, SSpS, dan FCJM) ini tidak tinggal di penginapan, melainkan menyatu di ruang tamu dan meja makan keluarga-keluarga umat.
Kehadiran mereka menciptakan warna baru di lingkungan paroki. Tak hanya bertegur sapa, mereka mengikuti dinamika hidup masyarakat, mulai dari kegiatan lingkungan hingga mengunjungi siswa-siswi di sekolah Katolik terdekat.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (17/5), bertepatan dengan Hari Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia. Dalam Misa yang dikonselebrasi oleh Rama Eduardus Didik Cahyono, S.J. dan Rama Nikasius Jatmika, Pr, sebuah refleksi tajam disampaikan kepada umat.
"Di tengah gempuran digitalisasi dan AI, kehadiran serta perjumpaan nyata tetaplah yang utama," ungkap Rama Didik dalam ritus pembuka. Beliau berharap melalui perbincangan langsung ini, kaum muda masih mampu menjaga kepekaan hati untuk mendengar panggilan Tuhan yang seringkali halus di tengah kebisingan dunia maya.
Setelah Ekaristi, suasana gereja berubah menjadi ruang dialog yang akrab. Kaum muda paroki berkumpul dalam sesi bincang-bincang khusus. Di sini, para biarawan dan biarawati membagikan kisah sukacita mereka, menghapus kesan "eksklusif" dan memperlihatkan wajah hidup membiara yang relevan dan penuh kegembiraan.
Rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB saat para peserta Live In berpamitan untuk kembali ke komunitas masing-masing.
Melalui perjumpaan personal yang nyata ini, Gereja Baturetno berharap benih-benih panggilan akan tumbuh di hati kaum muda, memunculkan keberanian bagi mereka untuk memilih jalan hidup sebagai biarawan maupun biarawati di masa depan. Meski singkat, kehadiran mereka di Baturetno diharapkan meninggalkan jejak di hati kaum muda, memicu tanya di dalam batin: "Mungkinkah aku yang dipanggil selanjutnya?"
Dokumentasi kegiatan dapat dilihat di tautan ini: https://drive.google.com/drive/folders/1skTqYXJwwLnmwS-Sf7BQLouxbrm1UYrf?usp=sharing