Berita
Ibadat Oikumene: Wujud Persatuan Umat Kristiani di Wonogiri
Dalam semangat persaudaraan dan persatuan umat Kristiani di Kabupaten Wonogiri khususnya, Gereja Paroki St. Yusup Baturetno menyelenggarakan Ibadat Oikumene pada hari Minggu, 25 Januari 2025, pukul 18.00–20.00 WIB di Gereja Paroki St. Yusup Baturetno. Ibadat ini diselenggarakan dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen yang setiap tahun diperingati pada tanggal 18–25 Januari, dengan mengusung tema “Satu Tubuh dan Satu Roh.”
Ibadat Oikumene ini dihadiri oleh umat Katolik Paroki St. Yusup Baturetno, beberapa umat Katolik dari Paroki St. Ignatius Danan Giriwoyo, serta umat Kristen dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baturetno. Kehadiran lintas denominasi ini menjadi tanda nyata kerinduan bersama untuk membangun persatuan dalam iman kepada Kristus.
Ibadat dipimpin oleh para pemimpin rohani dari berbagai gereja, yaitu Rm. Didik, S.J., Pastor Paroki St. Yusup Baturetno; Rm. Victor, Pr. dan Rm. Sunyata, Pr., Pastor Paroki St. Ignatius Danan Giriwoyo; Pdt. Sunu, Pendeta GKJ Baturetno; Rm. Joko Purwanto, Pr., Pastor Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri; serta turut dihadiri oleh pendeta dari GSPII Sion Baturetno.
Rangkaian ibadat diawali dengan pembacaan puisi berjudul “Satu Tubuh dan Satu Roh”, yang mengajak umat merenungkan makna persatuan dalam Kristus. Selanjutnya disampaikan sejarah singkat gerakan Oikumene, dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan secara bergantian oleh para pemimpin Gereja.
Dalam kotbahnya, Rm. Didik, S.J. mengajak seluruh umat Kristen di Kabupaten Wonogiri untuk terus menghidupi semangat persatuan dengan menyelenggarakan Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Ajakan ini disambut dengan penuh sukacita oleh Pdt. Sunu, agar harapan ini ke depannya dapat berlangsung selama sepekan penuh, sesuai dengan semangat Pekan Doa Sedunia.
Ibadat Oikumene ini ditutup dengan ramah tamah di teras Gereja Paroki St. Yusup Baturetno. Dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan, para peserta menikmati hidangan yang telah disediakan sambil saling berbagi cerita dan mempererat tali persatuan.
Melalui Ibadat Oikumene ini, umat Kristiani di Kabupaten Wonogiri diajak untuk semakin menyadari bahwa perbedaan denominasi bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat kesaksian iman, sebagai satu tubuh dan satu roh di dalam Kristus.
Dokumentasi Ibadat Oikumene dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/drive/folders/1DCxYox2FkhJd6AV4-uCmK8zGafVid5CG?usp=sharing